Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Mushala Al Mukmin merupakan salah satu sarana ibadah yang memiliki nilai sejarah dan kebersamaan yang kuat bagi masyarakat Korong Aie Sonsang, Nagari Sikucua Barat. Mushala ini pertama kali berdiri pada tahun 1993, berawal dari semangat religius dan gotong royong masyarakat setempat untuk memiliki tempat ibadah yang lebih dekat dan mudah dijangkau.Pada masa awal berdirinya, pengurus pertama yang dipercaya untuk mengelola Mushala Al Mukmin adalah Imam Zainudin. Di bawah kepengurusannya, mushala ini dibangun secara sederhana dengan konstruksi berbahan dasar kayu. Bangunan pertamanya mencerminkan kondisi masyarakat saat itu—sederhana namun penuh keikhlasan dan semangat kebersamaan.Pada awalnya, mushala ini didirikan di atas tanah adat/pusaka yang belum memiliki status hibah secara tertulis. Setelah pembangunan selesai, mushala sempat tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Namun, semangat masyarakat untuk menghidupkan kembali rumah ibadah tersebut tidak pernah padam.Memasuki tahun 1997, dilakukan pemugaran dan renovasi terhadap bangunan mushala. Pada tahun yang sama, diterbitkan pula surat hibah tanah, sehingga status lahan yang sebelumnya merupakan tanah adat/pusaka menjadi sah sebagai tanah hibah untuk kepentingan ibadah. Tanah tersebut diwakafkan oleh Pakiah Kani dan Tuluih, sebagai bentuk keikhlasan dan dedikasi mereka untuk kemaslahatan umat.Perkembangan mushala terus berlanjut. Pada tahun 2001, Mushala Al Mukmin kembali direnovasi oleh Pakiah Kani. Renovasi tersebut ditandai dengan diadakannya acara syukuran batagak kudo-kudo, sebuah tradisi Minangkabau yang melambangkan dimulainya pembangunan atau penguatan struktur bangunan. Acara tersebut menjadi momentum kebersamaan sekaligus doa agar mushala tetap kokoh dan membawa keberkahan bagi masyarakat.Cobaan besar datang pada tahun 2009, ketika terjadi Gempa Sumbar 2009 yang mengakibatkan kerusakan berat pada bangunan mushala. Namun, sebagaimana semangat awal pendiriannya, masyarakat kembali bergotong royong untuk membangun dan memperbaiki mushala secara swadaya. Dengan kebersamaan dan ketulusan, Mushala Al Mukmin dapat berdiri kembali dan berfungsi sebagaimana mestinya.Meskipun lokasinya cukup jauh dari pusat kecamatan, Mushala Al Mukmin tetap menjadi pusat kegiatan ibadah dan keagamaan masyarakat sekitar. Hingga saat ini, mushala tersebut masih aktif digunakan sebagai tempat pelaksanaan shalat berjamaah, kegiatan keagamaan, serta pembinaan generasi muda.Pada Tahun 2022 dibentuklah kesepakatan untuk menyusun susunan pengurus dikarenakan pengurus sebelumnya sudah wafat. Diketuai oleh Bustami Arifin, Bendaharanya Nazirman dan Sekretarisnya Ali Basir. Sejarah Mushala Al Mukmin bukan hanya tentang bangunan fisik, tetapi juga tentang nilai kebersamaan, pengorbanan, dan keikhlasan masyarakat dalam menjaga dan memakmurkan rumah Allah dari masa ke masa.
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..